Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perusahaan Melakukan Voluntary Auditor Switching

(Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2010)

Intisari:

Isu mengenai independensi auditor merupakan penyebab utama mengapa perusahaan diwajibkan untuk melakukan pergantian KAP secara mandatory. Berbagai pertanyaan yang muncul ketika ternyata terdapat beberapa perusahaan melakukan voluntary auditor switching, yaitu pergantian KAP diluar KMK Nomor 359/KMK.06/2003 yang telah direvisi menjadi PMK Nomor 17/PMK.01/2008.

Beberapa peneliti telah menguji faktor-faktor yang mempengaruhi auditor switching dan memiliki hasil empiris yang berbeda-beda. Penelitian tentang kecenderungan untuk melakukan auditor switching yang dipengaruhi oleh adanya pergantian manajemen telah dilakukan oleh Chow dan Rice, 1982; Schwartz dan Menon, 1985; Kadir, 1994; Mardiyah, 2002; Hudaib dan Cooke, 2005; Damayanti dan Sudarma, 2008; Sinarwati, 2010; Suparlan dan Andayani, 2010; Wijayanti, 2010. Perusahaan akan melakukan auditor switching karena adanya pengeluaran opini audit, telah diteliti oleh Chow dan Rice, 1982; Kadir, 1994; Carcello dan Neal, 2003; Hudaib dan Cooke, 2005; Damayanti dan Sudarma, 2008; Sinarwati, 2010; Wijayanti, 2010.

Kesulitan keuangan juga merupakan salah satu variabel yang berpengaruh signifikan terhadap auditor switching seperti penelitian yang telah berhasil dilakukan oleh Schwartz dan Menon, 1985; Kadir, 1994; Hudaib dan Cooke, 2005; Damayanti dan Sudarma, 2008; Sinarwati, 2010; Suparlan dan Andayani, 2010; Wijayanti, 2010). Sedangkan penelitian yang membuktikan bahwa reputasi auditor berpengaruh signifikan terhadap auditor switching telah dilakukan oleh Mardiyah, 2002; Kartika, 2006, Damayanti dan Sudarma, 2008; Sinarwati, 2010. Variabel fee audit telah diteliti oleh peneliti-peneliti sebelumnya dan memiliki hasil yang signifikan terhadap auditor switching yaitu seperti penelitian dari Schwartz dan Menon, 1985; Mardiyah, 2002; Damayanti dan Sudarma, 2008; Wijayanti, 2010.

Penelitian ini mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Sinarwati (2010). Peneliti menambah varibel yang tidak dipertimbangkan di dalam penelitian Sinarwati (2010) yaitu fee auditor. Variabel fee auditor dipilih karena adanya hasil-hasil penelitian terdahulu yang tidak konsisten mengenai pengaruh fee auditor terhadap auditor switching. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan manufaktur terdaftar di Bursa Efek Indonesia melakukan voluntary auditor switching. Variabel-variabel yang digunakan di dalam penelitian ini adalah: pergantian manajemen (PM), opini going concern (OGC), reputasi auditor (RA), fee auditor (LNFEE), kesulitan keuangan (KK) dan voluntary auditor switching (SWITCH).

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data perusahaan manufaktur terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2010. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling, yaitu berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Berdasarkan metode purposive sampling, total sampel penelitian adalah 276 perusahaan. Hipotesis di dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan metode analisis regresi logistik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel-variabel yang diteliti di dalam penelitian ini seperti pergantian manajemen, opini going concern, fee auditor dan kesulitan keuangan tidak terbukti berpengaruh terhadap keputusan perusahaan dalam melakukan voluntary auditor switching. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap voluntary auditor switching adalah reputasi auditor.

No comments:

Post a Comment

Skripsi Akuntansi - Headline Animator